Despicable Me 1 Dubbing Indonesia ~upd~ (FULL)
: Karakter tomboi dengan topi rajut merah muda ini membutuhkan intonasi suara yang sedikit cuek, ekspresif, dan penuh energi petualang.
Suara ketiga anak perempuan ini diisi oleh dubber yang mampu menjaga dinamika suara anak-anak. Pengisi suara Agnes, khususnya, harus mampu menirukan dialog legendaris "It's so fluffy I'm gonna die!" menjadi ungkapan bahasa Indonesia yang sama menggemaskannya.
as the voice of Gru. His deep, iconic voice perfectly captured Gru’s grumpy-but-lovable vibe. despicable me 1 dubbing indonesia
Before diving into its local adaptation, it’s important to understand the global phenomenon that is Despicable Me . Released on July 9, 2010, the film was the debut feature from Illumination Entertainment. It introduced the world to Gru, a super-villain with a heart of gold, and his army of mischievous, gibberish-speaking yellow helpers, the Minions. The film was a massive success, grossing over $544 million worldwide on a $69 million budget and receiving widespread critical acclaim for its blend of heart, humor, and stunning animation.
Tantangan Lokalisasi: Mengubah Komedi Menjadi Sangat "Indonesia" : Karakter tomboi dengan topi rajut merah muda
currently offering the Indonesian dubbed version or more information on the Minion language
Stasiun TV kabel ini juga pernah menayangkan film dengan pilihan dubbing Indonesia. as the voice of Gru
: Because of this heritage, Coffin included Indonesian words in the Minions' language (Minionese), such as "terima kasih" (thank you) and "kemari" (come here). Production Credits Original Director : Pierre Coffin Chris Renaud Indonesian Studio (RCTI) : Studio Dubbing RCTI. Notable Actors : Many of these voice actors, such as Lis Kurniasih and Mirna Haryati
Since its initial Indonesian release, Despicable Me has been localized through at least four major Indonesian-language versions:
Komedi Amerika sering kali menggunakan permainan kata ( puns ) yang jika diterjemahkan mentah-mentah tidak akan lucu bagi orang Indonesia. Tim produksi naskah menyiasatinya dengan memasukkan candaan lokal yang relevan dengan kultur penonton TV di Indonesia saat itu. 2. Sinkronisasi Gerak Bibir ( Lip-Sync )
Anak-anak balita yang belum bisa membaca dapat memahami alur cerita dengan sempurna.